Capim KPK Harus Takut dengan Pengadilan Tuhan

Capim KPK Harus Takut dengan Pengadilan Tuhan

JAKARTA — Pakar hukum dan tata negara, Margarito Kamis mengatakan calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode mendatang harus tahu dan takut akan pengadilan tuhan. Hal tersebut untuk mencegah agar pimpinan KPK tidak lagi bertindak sewenang-wenang.

“Jika dia (pimpinan KPK) sewenang-wenang, maka pimpinan KPK itu juga kelak akan dipermalukan tuhan,” ujarnya, Sabtu (6/6).

Ia mencontohkan kasus yang menunjukan kesewenang-wenangan KPK, adalah dalam penetapan tersangka korupsi yang dilakukan seorang pejabat publik. Misalnya, ketika menetapakan Komisaris Jendral Budi Gunawan.

Dalam penetapannya, KPK tidak memiliki alat bukti yang cukup. Padahal, menurutnya, KPK minimal harus memiliki dua alat bukti yang kuat untuk menetapkan seorang pejabat menjadi tersangka. Selain itu, lanjutnya,capim KPK juga harus pintar dalam urusan hukum dan manajemen.

“Dia pintar (hukum) dan dia tahu akan diadili tuhan. Tidak satupun dari nafasnya dia yang akan lolos dari catatan tuhan,” katanya.

Terakhir, capim KPK harus jujur dan tegas. Menurut KPK, sifat dan sikap-sikap seperti itu yang diperlukan capim KPK mendatang. Sebelumnya, pendaftaran resmi capim KPK sudah dibuka sejak kemarin, Jumat (5/6).

Pendaftar bisa mendatangi Sekretariat Pansel KPK di Kompleks Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta. Selain itu bisa pula dikirim lewat pos dengan alamat sekretariat dan juga melalui email.

Masa pendaftaran ini akan dibuka selama 14 hari dan ditutup pada 24 Juni mendatang. Pendaftar dapat ikut sesuai dengan persyaratan yang tercantum pada pasal 29 UU KPK.

Share This Post