Adab Sunnah

Bab Kepada Ulama Dan Adab-adabnya

Keutamaan Orang-orang sholeh itu dalam jaminan Allah. Siapa yang mengganggu mereka, akan dituntut oleh Allah SWT. (Muslim) Jangan meremehkan ulama atau orang sholeh. Barangsiapa meremehkan orang sholeh, lenyaplah (keutamaan) akheratnya. (Sofyan bin Uyainah Ra.) Jangan sekali-kali membenci ulama sholeh. Barangsiapa memusuhinya, Allah menyatakan perang dengannya. (Bukhari)

Bab Sakit, Berobat dan Adab-adabnya

Sakit adalah penebus dosa-dosa dan satu peringatan bagi masa depan, maka jangan mengeluh jika terkena ujian sakit. (HR. Abu Dawud) Orang yang tidak pernah sakit bukan termasuk golongan umat Rasulullah SAW. (HR. Abu Dawud). * Agar sepatutnya merasa khawatir jika tidak pernah merasa sakit. Sakit adalah penebus dosa-dosa dan menaikkan derajat. Jika tidak pernah sakit dikhawatirkan dosa-dosa tidak dihapuskan oleh Allah SWT., dan berderajat rendah disisi Allah SWT… walaupun demikian

Bab Jual Beli Dan Adab-adabnya

Diwajibkan mencari nafkah halal, dengan cara halal. (Al-Qur’an – HR. Baihaqi). Diantara ciri-ciri umat akhir zaman adalah tidak mempedulikan lagi penghasilannya ; halalkah atau haram. (HR. Bukhari). Jual beli itu halal. Dan riba dengan segala bentuknya itu haram. (Al-Qur’an). Berbuat riba lebih berdosa dari pada 36 orang pelacur. (HR. Ahmad). Hendaknya berhati-hati dalam berjual beli. Karena diantara halal dan haram terdapat yang syubhat atau meragukan. (HR. Bukhari). Jangan melalaikan zikrullah

Bab Kepada Pemimpin Dan Adab-adabnya

Kedudukan Pemimpin Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul-Nya, serta para pemimpin kalian”. (An-Nisa’ : 59) Pemimpin yang adil adalah suatu nikmat. Rakyat hendaknya bersyukur jika mendapatkan pemimpin yang adil. (Abu Nashr Samarqandi) Tidak boleh menghina pemimpin muslim. Barangsiapa menghina penguasa Allah dimuka bumi, maka ia akan dihinakan oleh Allah. (Tirmidzi) Kataatan Wajib mentaati pemimpin, walaupun fisik dan rupa mereka bagaikan hamba Habsyi. (An-Nisa’ : 59 –

Bab Pemimpin Kepada Rakyat Dan Adab-adabnya

Tanggung Jawab Setiap orang adalah pemimpin. Setiap jiwa bertanggung jawab atas segala perbuatannya dan tanggungannya. (QS. Al-Mudatstsir : 38, Muttafaqun ‘Alaih) * Yang dimaksud dengan tanggungan ialah menjaga amanah, menunaikan tugas, menunaikan janji, menjaga batas-batas, menegakkan hukum-hukum Allah. Menjadi pemimpin adalah suatu fitnah besar. (Imam Nawawi) Tidak menjadi pemimpin, adalah suatu keuntungan besar, karena terjauh dari tanggung jawab yang besar. Rasulullah SAW. pernah bersabda, “Sungguh beruntung kamu wahai anak kecil,