Hayatush Shahabah

Mujahadah Ummu Salamah Dalam Menanggung Penderitaan

HAYATUSH SHAHABAH – Ayah Ummu Salamah adalah seorang pembesar dari kalangan Banu Makhzum dan termasuk orang yang dermawan dan ternama dari bangsa Arab. Suaminya adalah Abdullah bin Abdul Asad, salah seorang  dari sepuluh orang pertama memeluk Islam. Sebelumnya tiada seorang pun yang memeluk Islam selain Abu Bakar r.a. dan beberapa orang lelaki yang tidak lebih dari sepuluh orang. Namanya adalah Hindun dan gelarnya adalah Ummu Salamah, kemudian ia lebih ddikenal dengan nama Ummu

Kisah Wahsyi bin Harb Memeluk Islam

HAYATUSH SHAHABAH – Diriwayatkan oleh Thabrani, dari Ibnu Abbas r.a., katanya: Rasulullah saw.  mengirim seorang utusan kepada Wahsyi bin Harb – Pembunuh Hamzah r.a. – agar ia memeluk Islam. Maka Wahsyi balik mengutus seseorang dengan kata-kata, “Wahai Muhammad! Bagaiman Engkau menyeru aku (untuk memeluk Islam) sedangkan engkau mengatakan bahwa barangsiapa membunuh atau mempersekutukan Allah dengan sesuatu atau meakukan zina, maka ia berdosa dan siksa untuknya akan digandakan pada hari Kiamat nanti dan kekal di

Rasa Syukurnya Rasulullah SAW.

HAYATUSH SHAHABAH – Dari Abdurrahman bin Auf r.a., katanya: Suatu ketika Rasulullah saw. keluar dari rumah kemudian naik ke loteng. Begitu berada di loteng beliau langsung sujud dan tetap bersujud dalam waktu yang sangat lama, sehingga aku mengira Beliau telah wafat dalam keadaan seperti itu. Aku pun naik menyusul Beliau, dan kemudian Rasulullah saw. mengangkat kepala dan bertanya siapa yang naik. Aku menjawab bahwa aku yang naik. Rasulullah saw. bertanya, “Ada keperluan apa?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah,

Dakwah Nabi saw. kepada Abu Bakar r.a.

HAYATUSH SHAHABAH – Diriwayatkan oleh al Hafizh Abu al Hasan ath Athrabullisi dari Aisyah r.ha., katanya: Abu Bakar r.a. keluar menemui Rasulullah saw. dan mereka berdua adalah sahabat akrab sejak zaman jahiliyah. Abu Bakar menemui Baginda saw. dan berkata kepadanya, “Wahai Abu Qosim, engkau tidak terlihat dalam majelis kaummu dan mereka menuduh bahwa engkau telah mencela nenek moyang mereka.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah dan menyeru kamu kepada Allah. ” Ketika Rasulullah saw. selesai berbicara, Abu Bakar pun

Abi Sa’id Al Khudri r.a. Mengucapkan Selamat Kepada Para Penuntut Ilmu

HAYATUSH SHAHABAH – Tirmidzi mengeluarkan hadits dari Abi Harun r.a. ia berkata: Kami mendatangi Abu Sa’id al Khudri r.a.kemudian ia berkata, “Selamat datang dengan wasiat Rasulullah saw.. Sesungguhnya beliau saw.bersabda, “Sungguh manusia akan datang kepada kalian dari penjuru dunia untuk belajar ilmu agama, dan apabila mereka datang maka berilah mereka kebaikan.” Dan menurutnya lagi dari Abu Sa’id r.a. secara marfu’ ia berkata, “Seseorang akan datang kepada kalian dari arah timur untuk belajar, bilamana mereka datang maka berilah

Targhib Abi Darda’ Dalam Masalah Ilmu

HAYATUSH SHAHABAH – Ibnu Abdul Bar mengeluarkan dalam kitab Jami’i juz 1 halaman 28 dari Humaid dari Hasan r.a., sesungguhnya Abu Darda’ r.a. berkata “Jadilah kalian orang alim atau orang yang belajar ilmu atau orang yang cinta pada orang alim atau orang yang ikut pada orang alim dan jangan jadi yang kelima, maka kalian akan rusak.”

Abu Bakar Shidiq r.a. Membenarkan Kisah Isra’ Mi’raj

HAYATUSH SHAHABAH – Imam Baihaqi mengeluarkan hadist dari Aisyah r.ha., katanya: Ketika Nabi saw. di-isra’ Mi’rajkan (Perjalanan malam) menuju Masjidil Aqsha, pagi-paginya orang-orang ramai menceritakan, dan banyak orang yang mengingkari cerita itu, lalu mereka menemui Abu Bakar r.a. dan berkata, “Apa engkau mengetahui, sesungguhnya sahabatmu telah mengatakan bahwasanya dia telah berjalan tadi malam ke Baitul Maqdis?” 

Memelihara Rahasia Orang Islam

HAYATUSH SHAHABAH – Dikeluarkan Oleh Abu Nu’aim dalam al Hilyah dari Umar r.a. katanya: Anak perempuanku, Hafshah telah menjadi janda karena kematian suaminya yang bernama Khunais bin Huzafah ash Shahmi r.a. yang merupakan salah seorang sahabat Rasulullah saw. yang turut menyertai perang Badar. Ia wafat di Madinah. Oleh karena itu aku menemui Abu Bakar r.a. dan berkata kepadanya, “Jika engkau mau, aku akan menikahkan engkau dengan Hafshah binti Umar.”