Hendra Amoer Bakal Dilantik Jadi Kepala BNN Musirawas

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Setelah melalui proses vertikalisasi yang cukup panjang, alhamdulillah dalam kurun waktu kurang dari satu setengah tahun BNK Musi Rawas berubah menjadi BNN Musi Rawas yang merupakan lembaga vertikal dan langsung dibawah kendali BNN RI, demikian press release yang diterima Jurnalindependen.com dari Kepala BNN Musirawas Hendra Amoer, malam ini.

Perubahan status lembaga anti Narkotika ini merupakan sukses bersama masyarakat Musi Rawas, terkhusus merupakan sukses Bupati H. Hendra Gunawan dan Wakil Bupaati Hj. Suwarti karena sejak kepemimpinan beliau BNN dapat terbentuk.

Dan perjuangan untuk menjadikan BNK menjadi BNN ini sebenarnya sudah mendapat dukungan yang kuat dari beliau saat beliau menjabat selaku Penjabat Bupati (PJ) beberapa waktu yang lalu, dimana usul vertikalisasi ditandatangani langsung oleh beliau pada saat itu. Ditambah lagi dukungan moril yang tak kalah kuatnya dari ketua BNK Musi Rawas yang juga sekaligus wakil bupati Musi Rawas ibu Hj. Suwarti.

Kepastian mengenai BNK Musi Rawas menjadi BNN tersebut tertuang dalam surat MENPAN-RB Nomor : B/2629/M.PANRB/7/­2016 tanggal 25 Juli 2016 perihal pembentukan BNN Kab/Kota tahun 2016.

Dimana didalam surat tersebut dijelaskan terdapat 16 BNN Kab/Kota yang terbentuk tahun 2016 dan salah satunya adalah BNN Kab. Musi Rawas pada urutan keenam.

Selanjutnya dipertegas melalui surat kepala BNN RI Nomor : B/2257/VIII/RO/­OT.00/2016/BNN tanggal 1 Agustus 2016 perihal pemberitahuan persetujuan pembentukan 16 BNN Kab/Kota.

Sesuai Keputusan Kepala BNN Nomor : KEP/268/VIII/KA/­KP.0200/2016/BNN tanggal 31 Agustus 2016 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan dilingkungan BNN yang kita terima melalui telegram Nomor : ST/28/IX/2016 tanggal 6 September 2016, telah diangkat selaku kepala BNN Kab. Musi Rawas adalah sekretaris Lakhar BNK Musi Rawas Hendra Amoer, SE, MM.

“Mengacu kepada dua surat tersebut dan diperkuat dengan keputusan seperti yang dijelaskan tadi maka secara administrasi kelembagaan BNN Kab. Musi Rawas sudah terbentuk.

Untuk operasional lembaga BNN Kab. Musi Rawas yang sudah terbentuk tersebut tentu kita masih menunggu pelantikan kepalanya yang insya Allah akan dilaksanakan pada senin 19-9-2016 di gedung BNNP Sumsel Palembang oleh kepala BNNP Sumsel Bpk. Brigjen.Pol. M. Iswandi Hari, SH, M.Si,” ungkap Hendra Amoer ketika dihubungi.

Dengan terbentuknya BNN Kab. Musi Rawas, lanjut Hendra Amoer dan saya dipercaya sebagai kepala BNN tentu tantangan kedepan sangat berat, mengingat penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Musi Rawas hampir menjangkit seluruh desa yang ada. Untuk itu perlu dibangun pemahaman dan kesadaran masyarakat bahwa Narkoba adalah musuh kita bersama, oleh karena itu harus kita perangi secara bersama-sama pula.

“Insya Allah dengan dukungan semua pihak dan masyarakat kita mampu melawan serangan Narkoba ini yang saat ini semakin gencar merusak tatanan sosial dan merasuk semua elemen masyarakat. Tanpa adanya kesadaran bersama bahwa Narkoba adalah musuh kita, yang setiap saat mengancam keselamatan anak cucu dan keluarga kita, tentu kita tidak akan memiliki kekuatan penuh untuk melawan para bandar Narkoba.

Kesadaran yang kita harapkan dari masyarakat paling tidak ada tiga hal, pertama masyarakat mau melaporkan jika ada tindak pidana Narkoba disekitar lingkunganya, jangan ragu-ragu apalagi takut karena peranserta masyarakat dilindungi undang-undang.

Kedua masyarakat mau mengantarkan keluarganya yang pemakai Narkoba untuk direhabilitasi, jangan ragu-ragu apalagi takut karena negara akan memperlakukannya sebagai korban Narkoba.

Ketiga masyarakat sadar bahwa Narkoba itu adalah senjata negara asing yang sengaja diedarkan untuk melumpuhkan bangsa ini, tunjukkan jiwa patriotmu karena Narkoba musuh negara mari bela negara yang sedang terancam.

Jika ketiga hal ini mampu kita bangun insya Allah serangan gencar Narkoba mampu kita tangkal. Namun ketiga hal tersebut akan tercapai apabila adanya kerjasama yang baik/sinergitas dari stakholder mulai dari perangkat desa serta dukungan yang maksimal dari masyarakat, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Jika kita diam suatu saat Narkoba pasti masuk rumah kita,” tutupnya. *