LSM Pertanyakan Suplay Buku Pramuka dari Erlangga Untuk Setiap SD Berbeda

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Aktivis LSM Kriksi, Hasyim Kusumah mempertanyakan pembagian buku pelajaran Pramuka Kurikulum 2013 di beberapa SD di Kabupaten Musi Rawas, Sumsel tidak merata.

“Kami mempertanyakan mengapa buku pelajaran Pramuka Kurikulum 2013 di beberapa SD berbeda jumlahnya. Dalam penelusuran kami SD yang mudah dijangkau terutama dekat jalan utama seperti SD Xaverius di Desa G1 Mataram, Tugumulyo buku tersebut disuplay dari penerbit full yakni 60 eksemplar tetapi untuk SD yang jauh dari jangkauan dan dipelosok berkisar 8 – 14 buku saja.

Padahal uang yang dibayarkan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) rata-rata hampir sama yang dibayarkan untuk seminar Pramuka beberapa waktu lalu,” ungkap Hasyim Kusumah, Senin (13/10/2014)

Informasi sebelumnya pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas menyelenggarakan Seminar Kepramukaan Kurikulum 2013 di gedung Auditorium Pemkab Musi Rawas bekerjasama dengan pihak Penerbit Erlangga.

Pada seminar tersebut setiap sekolah terutama SD dipungut biaya lebih kurang sebesar Rp 1.670.000,- namun belakangan uang tersebut diakui pihak penerbit Erlangga hanya untuk beli buku dengan harga Rp 28.000,-/eksemplar. Walau pernyataan mereka sebelumnya bahwa uang tersebut untuk penyelenggara Disdik.

Kisaran uang Rp 1.670.000,- dari masing-masing SD di Musi Rawas tersebut, disuplay buku dari penerbit Erlangga berbeda-beda jumlahnya. Mestinya anggaran tersebut untuk 60 buku seperti di SD Xaverius, tapi kenyataan lebih banyak SD yang menerima jumlah antara 8 hingga 14 buku persekolah.

Kemarin, Rabu (15/10/2014) Kepala Disdik Kabupaten Musi Rawas, Sukamto tidak berada di kantor saat dikonfirmasi, Sekretarisnya Imam Hanafi tidak dapat memberikan keterangan mengenai masalah ini. “Kami tidak bisa menjawab karena belum mengetahui masalahnya, tapi kami kira jumlah buku yang berbeda karena berbeda jumlah pembayarannya. Sebaiknya konfir saja ke Pak Tamin Pabli atau Ibu Masruroh karena beliau lebih mengetahui detilnya,” kata Imam Hanafi. (fs/as)

Berita Terkait :

Tamim Pabli : Penyelenggara Acara Ekstra Kurikuler Pramuka Bukan Disdik

Terkait Seminar Pramuka, Penjelasan Penerbit Erlangga Berbelit-belit