Marak Mobil Tanki Kencing, Pertamina Siap Turun Tangan

PALEMBANG, Jurnalindependen.com – Kencing Minyak begitulah istilah yang sudah memasyarakat di kota Palembang. Istilah ini dipakai untuk BBM subsidi yang dikeluarkan oleh sopir mobil tangki secara ilegal. Bbm yang dikeluarkan sekitar 200 Liter sampai dengan 1000 liter. Bbm tersebut dijual kembali dengan harga Rp 5.000/liter ke penimbun penimbun Bbm. Penimbun Bbm menjual seharga Rp 8 Juta s/d 12 juta pertangki (1000 liter) ke Industri atau pabrik yang membutuhkan.

Beberapa karyawan SPBU yang Kami hubungi rata rata mengatakan bahwa BBM Subsidi yang dikirim mobil tangki pertamina diukur ulang dengan menggunakan Tombak Ukur. Andaikata kurang dari jumlah yang dibeli maka Pertamina akan di klaim. Disamping itu karyawan SPBU juga akan mengecek apakah segel pertamina di mobil tangki tetap utuh (tidak rusak).

Hal ini tentu saja bertentangan dengan Komitmen bersama Penerapan aspek SHE PT Pertamina (Pesero) Marketing Operation Region ll. Komitmen tersebut ditanda tangani Herman M. Zaini, GM Marketing Region ll (Kepala Pemasaran Pertamina wilayah ll) bersama seluruh kepala divisi pertamina marketing region ll. Komitmen ditanda tangani pada tanggal 16 Februari 2016. 

” Saya baru pindah, saya belum sempat oreintasi ke lokasi. Sepengetahuan saya ada toleransi Losis (toleransi kehilangan) sebanyak 0.02 % (20 Liter untuk Tangki 1000 Liter) Kalo Mau tau arus proses pengeluaran minyak dipersilahkan ke Filling (depot pengisian) di kertapati. Izin aja ke lokasi dengan Pak Anas kepala depot. Untuk perusahaan mobil tangki ada. Elnusa dan Patra Lima” demikian penjelasan Herman M. Zaini GM Marketing Region ll melalui Budiono Senior Supervisor Security Region ll. 09 Agustus 2016 di kantor Marketing Region ll Pertamina Plaju Palembang,

Tantowi dan Trisno bagian keamanan Pertamina region ll siap membantu untuk turun langsung menangkap basah Sopir tangki dan penimbun penimbun minyak tersebut. Uron, Kepala UPTD Meterologi yang dihubungi melalui seluler mengatakan sudah pindah tugas. Diminta menghubungi Kepala Uptd Meterologi Sumsel yang baru.

Dprd Sumsel, Kapolda Sumsel, Panglima Sumsel, dan pihak terkait lainnya belum bisa di konfirmasi mengenai “Kencing minyak” sampai berita ini diturunkan. (rd)