Perlu Regulasi Ketat yang Mengatur Anggota Forum CSR Mura

MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com — Bulan April nanti, kita akan mengadakan rapat mengenai Corporate Social Responsibility (CSR), diawali rapat internal setelah itu rapat dengan Anggota Forum CSR. Demikian ungkap Sekretaris Forum CSR Kabupaten Musi Rawas, Herman kepada Jurnalindependen.com siang tadi, Rabu (30/03/2016) di Kantor BPMPPT Musi Rawas.

Setelah rapat dengan Anggota Forum CSR, kata Herman, baru kita akan laporkan ke Bupati Musi Rawas, untuk menunggu petunjuk beliau.

“Sebenarnya yang kita inginkan mesti ada regulasi yang jelas mengenai aturan CSR dari perusahaan terutama presentase dari nilai keuntungan. Karena tidak jelas masalah inilah yang menimbulkan kerancuan, artinya CSR yang ada tergantung kemauan dari perusahaan termasuk besaran nilainya.

Selain itu, teknis dalam aplikasi penerapan CSR di lapangan, itu yang penting,” jelas Herman.

Mengenai adanya pakar CSR minggu lalu yang sengaja di undang ke Musi Rawas, Herman menyampaikan bahwa pakar itu kapasitasnya memberikan kuliah, pembinaan sehingga kita jadi tahu dan mengerti tentang CSR tersebut, selanjutnya untuk di laksanakan.

“Nah yang paling penting itu, bagaimana penerapan dilapangan, sehingga CSR ini dapat tersalur dengan tepat dan merata di Musi Rawas, serta di nikmati masyarakat.

Demikian juga perusahaan dapat menunaikan kewajiban CSR-nya sehingga ada timbal balik dari masyarakat lokal,” kata Herman.

Diketahui, tidak semua anggota Forum CSR selalu koordinasi, hanya perusahaan migas selama ini koordinasi sehingga mudah di pantau.

Kelemahannya, jika perusahaan non migas tidak koordinasi mengenai CSR, tidak bisa di klaim tidak melaksanakan CSR, mungkin mereka lakukan, namun tidak diketahui.

Regulasi untuk penindakan bila anggota Forum CSR tidak taat aturan organisasi memang belum mengikat, sehingga selama ini terkesan program-program Forum CSR amburadul. (fs)