UKW Jangan Dianggap Remeh, Wartawan Senior Bisa Tidak Lulus

PALEMBANG, Jurnalindependen.com -Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jangan dianggap remeh, buktinya banyak wartawan senior yang tidak lulus. Maka dari itu kami harapkan kepada para peserta agar lebih siap dan menerima keputusan penguji, demikian disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan (Sumsel), H Oktaf Riady pada UKW PWI ke-12 di Aula TVRI SumselBabel Palembang, Sabtu (24/12/2016).

Demikian juga kelas penguji, kata Oktaf Riady, jangan di ragukan lagi karena memiliki jam terbang di dunia jurnalis, termasuk memimpin media ditingkat nasional.

“Di PWI wajib UKW untuk wartawan biasa, demikian juga untuk naik tingkat dari wartawan muda ke wartawan biasa jenjang kompetensi harus dilalui.

Karena untuk mewujudkan Standar Kompetensi Wartawan (SKW), harus mengikuti UKW tujuanya agar dapat meningkatkan kualitas wartawan, supaya menjadi acuan sistem evaluasi kinerja wartawan oleh perusahaan pers tempatnya bekerja,” jelas Oktaf Riady.

Lebih lanjut ia mengatakan, tujuan UKW agar wartawan dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan kode etik jurnalistik (KEJ), menegakkan kemerdekaan Pers berdasarkan kepentingan publik, menjaga martabat kewartawanan sebagai profesi khusus penghasil karya intelektual, serta menghindarkan penyalahgunaan profesi wartawan dan menempatkan wartawan pada kedudukan strategis. ‎

Sebagai wartawan terkadang merasa yang paling benar, paling pintar, dan paling melawan. Nah dengan mengikuti UKW akan terlihat kwalitasnya, ketahuan kemampuanya.

“Wartawan senior sekalipun bisa terlihat kwalitasnya dan bisa terjungkal nilainya saat UKW. Akan terlihat kemampuan dari segi wawancara, penulisan dan lain sebagainya.

Bila penulisan salah yang terjadi justru informasi yang disampaikan kepada masyarakat akan salah dan menyesatkan.

Padahal tujuan awal kita menerbitkan koran atau Pers ini untuk ikut mencerdaskan masyarakat. Bila Pers memberikan informasi yang salah, maka seperti yang terjadi saat ini di media sosial (Medsos), banyak informasi yang salah dan menyesatkan,” paparnya.

Penulis/Editor : Faisol Fanani