Batu Akik Lavender Baturaja Dihargai Hingga 50 Juta

Batu Akik Lavender Baturaja Dihargai Hingga 50 Juta

OGAN KOMERING ULU — Salah satu batu akik berkualitas yang hanya terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, yakni jenis lavender ternyata ada yang sampai terjual seharga Rp50 juta.

"Saat pameran yang kita gelar di Sanggar Kegiatan Baturaja (SKB) beberapa waktu lalu, ternyata batu lavender milik saya terjual seharga Rp50 juta per unit," kata Hendra, salah seorang pengrajin batu akik di Baturaja, Senin (12/1).

Hendra menjelaskan, batu lavender dengan harga selangit itu diberinya nama Mustika Air, sebab memiliki keunikan motif air yang di dalam batu bergerak persis seperti tabung air raksa. Sedangkan batu jenis serupa, namun tidak memiliki motif air telah dibeli kolektor seharga Rp15 juta.

"Memang untuk kualitas, batu akik asli Ogan Komering Ulu (OKU) yang tempatnya sekitar 200 kilometer dari Kota Palembang itu memiliki nilai jual tinggi di mata kolektor batu. Bahkan, untuk mengambil batu akik tersebut dana dibutuhkan menyewa lahan dan tukang gali tanah rata-rata Rp10 juta per meter," ungkapnya.

Oleh sebab itu kata Hendra, para pengerajin batu biasanya selalu membawa pawang atau orang yang ahli dalam mencari batu akik berkualitas dengan menggunakan naluri.

"Jika tidak, maka barang yang dicari sulit ditemukan. Ada dulu teman saya sudah berkemah selama beberapa pekan untuk mencari batu akik berkualitas jenis lavender dan biru langit atau spritus di Lengkiti. Biaya operasional dikeluarkannya saat itu sudah mencapai ratusan juta rupiah. Namun barang yang dicari tidak ketemu," kata Hendra.

Sebaliknya jika lagi beruntung, saat baru satu kali menggali tanah dengan kedalaman 6-8 meter, ternyata batu akik berkualitas diinginkan bisa ditemukan dengan ukurannya pun super jumbo.

"Untungnya lagi saat dipamerkan di Jakarta, batu tersebut meraih juara pertama dan pencinta batu akik pun bersedia membelinya dengan harga Rp100 juta. Tetapi kondisi ini sekarang sudah jarang terjadi, karena bukan seperti dulu akibat banyak orang dari luar OKU yang singgah hanya untuk mencari batu spritus dan lavender," katanya. (rol)

Share This Post