Belum Ganti Rugi Lahan, Proyek Jembatan Simpang Priuk Tetap Dibangun

Belum Ganti Rugi Lahan, Proyek Jembatan Simpang Priuk Tetap Dibangun

LUBUKLINGGAU  Proyek Jembatan Simpang Priuk, jalan poros Tugumulyo, termasuk proyek dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Propinsi Sumatera Selatan. Proyek ini sudah dilaksanakan dua tahap (selama 2 tahun), dengan menelan dana berkisar Rp18 milyar.

Memasuki bulan Januari 2016 sampai saat ini, Proyek Jembatan Simpang Periuk masih dalam tahapan pengerjaan dan belum selesai. Masih banyak pekerja atau tukang yang melaksanakan pengecatan pipa jembatan dan juga pembongkaran steager. Sehingga, terjadi kelambatan dalam penyelesaian proyek jembatan.

Selain itu, menurut pejabat Kota Lubuklinggau, yang enggan namanya disebutkan, saat ditanya wartawan, minggu lalu, mengatakan Proyek Jembatan Simpang Priuk penuh dengan kejanggalan. “Di mana seharusnya sebelum membangun fisik jembatan terlebih dulu dilakukan ganti rugi lahan. Namun, proyek ini justru membangun dulu, sementara ganti rugi lahan sampai sekarang belum dilaksanakan,” ucapnya.

Selanjutnya ketika memasang tiang pancang, imbuhnya, itu pun tak sesuai dengan spec teknisnya. “Jadi, ada beberapa tiang pancangnya yang tak terpenuhi kedalaman galian. Sehingga, terjadi pemotongan pipa tiang pancang di atasnya, ya, otomastis kedalaman galian tiang pancang tak terpenuhi,” ujarnya.

Hal senada dikatakan masyarakat setempat, yang tidak mau namanya dimasukkan dalam koran ini, saat ditanya, minggu lalu. Ganti rugi lahan di ujung kiri dan kanan jembatan, kiri masuk wilayah Kabupaten Musirawas, sementara ujung sebelah kanan masuk wilayah Kota Linggau. “Dan hingga saat ini belum seluruhnya diganti rugi. Selain itu, ada sebagian lahan yang sudah dilakukan ganti rugi di wilayah Kabupaten Musirawas, yakni di Desa Tanah Priuk. Tanah itu digunakan untuk pembuangan di aliran air untuk irigasi,” ungkapnya.

Sementara itu, dengan adanya irigasi yang alirannya dibelokkan, tambahnya, itu pun menuai protes dari masyarakat yang mempunyai ruko di sekitar jembatan. Menurut masyarakat sekitar, tanahnya belum diganti rugi. ”Aliran irigasi dengan airnya yang deras dibelokkan hingga terjadi pengikisan tanah di bawah bangunan ruko. Hal mana dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap bangun di atasnya, bahkan tiang jembatan pun bakal bermasalah nantinya,” pungkasnya. 

Sumber : Patroli

Share This Post