Bung Karno Akui Lahir di Kota Pahlawan (Surabaya)

Bung Karno Akui Lahir di Kota Pahlawan (Surabaya)

JAKARTA — Sejumlah literatur sejarah menyebutkan bahwa Sukarno lahir di Surabaya. Proklamator kemerdekaan RI tersebut pun secara tersirat pernah mengakui lokasi kelahirannya di Kota Pahlawan.

Dalam autobiografi Bung Karno yang ditulis Cindy Adams berjudul ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat’, Presiden RI pertama itu pun membuat testimoni soal tempat kelahirannya. “Karena merasa tidak disenangi di Bali, bapak kemudian mengajukan permohonan kepada Departemen Pengajaran untuk pindah ke Jawa. Bapak dipindah ke Surabaya dan disanalah aku dilahirkan”

Dalam buku ‘Bung Karno Putera Sang Fajar’ karya Solichin Salam, penulis dengan gamblang menceritakan peristiwa lahirnya Bung Karno.

Orang tua Bung Karno yakni Raden Soekemi dan Idayu Nyoman Rai menikah di Bali dengan tata cara Islam. Keluarga Idayu yang notabene seorang hindu dari kasta Brahmana tak terima. Mereka pun diasingkan dari khalayak ramai.

Setelah melahirkan seorang anak perempuan bernama Soekarmini, Soekemi dan Idayu meninggalkan Bali. Soekemi yang seorang guru dipindahtugaskan ke Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya ini, Bung Karno kemudian dilahirkan.

“Di daerah yang subur serta di kota pahlawan yang masyhur itu – Surabaya – pada hari Kamis Pon tanggal 18 Sapar tahun 1831 windu sanjaya, wuku “wayang”, bertepatan dengan tanggal 6 Juni 1901 di kala fajar menyingsing di Lawang Seketeng (sumber lain mengatakan Bung Karno lahir di gang Pandean III, Surabaya) lahirlah putra dari kandungan Ibu Idayu Nyoman Rai.”

Literatur lainnya, Sukarno Sebuah Biografi Politik karya John D Legge pun mengungkap hal yang sama. Di buku itu tertulis Sukarno dilahirkan usai Sukemi pindah ke Surabaya. “Sukemi mengajukan permohonan dan diizinkan untuk pindah ke Surabaya; dan disanalah Sukarno dilahirkan.” (rol)

Share This Post