Diduga Oknum Anggota KPK dan Polisi Serobot Tanah Rosmaini

Diduga Oknum Anggota KPK dan Polisi Serobot Tanah Rosmaini

Palembang, Jurnalindependen.com — Hingga kini pengaduan Rosmaini (65 th) ke Polres Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan belum ada penyelesaian. Tanah Rosmaini diduga telah digali dengan Eksavator dan sebelumnya telah dibakar Hatta yang mengaku anggota KPK dan kawan-kawan (dkk) yang dibackingi oknum polisi Kayu Agung dan polda Sumsel.

Pelaku diduga telah membakar lahan Rosmaini, akibat perbuatan tersebut Rosmaini melaporkan yang bersangkutan ke Polres OI dengan tanda bukti lapor No. TBL/B-487-Xl/2013/Sumsel/ RES OI Tanggal 14 November 2013. Dengan tuduhan melanggar Pasal 385 KUHP, Perampasan Hak Atas Tanah. Kerugian yang diderita Rp 900.000.000. SP2HP/368/X/2014/Reskrim tanggal 23/10/2014 Penyidik Tommy Fransisco satreskrim Unit l Pidum Polres Ogan Ilir.

Masalah Penyetopan Exavator, Pengrusakan dan Pemasangan Plang ditanah milik Rosmaini. Pelaku Hatta dkk. STTLP/341/Xl/2014 Res OI tanggal 20 Oktober 2014 Penyidik Bripka Teddy. Kasat Reskrim Dhafid Shiddiq kemudian diganti Haris.

“Pada LP tersebut tidak di cantumkan nama oknum Polisi tersebut padahal sudah omongke bahwa ado Plisi yang ikut menyetop Exavator Kami. Hatta dkk tidak menyerahkan ke kepolisian Surat Jual beli tanah, sampai sekarang”
Demikian penjelasan Rosmaini (65 Tahun) soal LP tersebut. (Senin, 08/02/2016)

Surat SKHU yang diserahkan Hatta dkk ke Bripka Tedy Tahun 1985 disahkan Edi Rizal, camat indralaya pada tahun 2009 (sekarang Kadinsos). Lokasi tanah tersebut di Palm Raya sengketa dengan Lamtong.

“Lokasi tanah tersebut di Palm raya. Dulu sudah pernah kalah sengketa dengan Atik Lamtong. Kemudian damai sa’at Yuskar menjabat kasad Reskrim Polres Ogan Ilir.(Sa’at ini Yuskar menjabat kabag ops Ogan Ilir)” demikian penjelasan Edi Rizal sa’at ditemui di rumahnya. (Sabtu, 07/02/2016).

Salah Satu surat yang diakui hatta a/n Yusuf Hambali. SKHU No. 504/AGR/1986 ditanda tangani Kades Payakabung M. Thohir tanggal 31 Desember 1986 diketahui Camat. Adil Haitami No 508/Kec IDL/1990.
Register No 508/Kec IDL/1990 tercatat a/n M. Darwis A. Sani bukan atas nama Yusuf Hambali (Info kasih pemerintahan Kec Indralaya, Nazor 06/02/2016)

“Laporkan ke kepolisian saja bu dan Saya siap jadi saksi” demian kata Adil Haitami, sa’at ditemui di lapangan tenis Pakjo. Penjelasan tersebut setelah Adil Haitami melihat surat SKHU yang diakui Hatta dkk sebagai miliknya.(Jum’at, 08/01/2016)

“Akan Kami tindak lanjuti dan disampaikan ke penyidik” demikian penjelasan Kanit Polres Ogan Ilir Defriansyah (Jum’at 06/02/2016). 

SKHU Milik Rosmaini antara lain a/n Nurul Janatti Daud Hasyim. Tanah tersebut dibeli tahun 1997. Diketahui Daud Hasyim Camat Indralaya tahun 1997. Tanah tersebut disertai peta lokasi. Tanah tersebut dijadikan kebun sawit dan Jambon dari tahun 1997. Lokasi tersebut pada tahun 1997 hutan belantara. (Dari depan polres Ogan Ilir Masuk sekit 10 km dekat Perkebuna PT Gembala/Asgaf /jalan pipa pertamina)

Info yang Kami dapatkan Hatta adalah anggota KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) lengkap dengan KTA KPK. Pengakuan sebagai anggota KPK pada sa’at penyetopan exavator yang disewa Rosmaini. Penyetopan exavator tersebut bersama oknum polisi hendra, Andri, dan Kadus Herman Sawiran.

“Tidak ada anggota KPK nama Hata atau Hatta” demikian jawaban dari team penerima Pengaduan Gratifikasi Komisi Pembrantas Korupsi (KPK).

Sampai berita ini diturunkan, Exavator milik Hatta masih menggali di tanah Rosmaini dan Kapolres Ogan Ilir, Deni Yono Putra tidak bisa ditemui. (Rudi)

Share This Post