Menteri Marwan: Dana Desa 2015 Berhasil Rintis 28,7 Persen BUMDes

Menteri Marwan: Dana Desa 2015 Berhasil Rintis 28,7 Persen BUMDes

JAKARTA — Walaupun masih menemui banyak kendala, pengelolaan dana desa tahun 2015 telah banyak memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan desa.

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, penggunaan dana desa telah memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan desa, khususnya untuk perbaikan infrastruktur, sarana dan prasarana dasar, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan.

“Dana Desa sebesar 89 persen untuk pembangunan di desa, kemudian untuk belanja pemerintahan Desa 6 persen, pembinaan kemasyarakatan 3 persen, dan belanja untuk pemberdayaan masyarakat sebesar 2 persen,” ujar Menteri Marwan saat menyampaikan sambutan dalam rapat koordinasi nasional pembangunan dan pemberdayaan desa di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (22/2).

Di bidang ekonomi, lanjut Marwan, dana Desa telah berkontribusi pada peningkatan sarana dan prasarana ekonomi, yakni sarana dan prasarana produksi, pasar desa, perintisan BUMDesa, dan peningkatan modal masyarakat.

“Kontribusi  Dana Desa  terhadap Perintisan  BUMDesa terjadi di 28,7 persen Desa.  Sedangkan peningkatan sarpras produksi terjadi di 6,7 persen Desa, peningkatan kondisi pasar Desa terjadi di 3,6 persen Desa, dan peningkatan modal masyarakat terjadi di 7,7 persen Desa,” imbuhnya.

Dari sisi penyeraan tenaga kerja, Marwan menjelaskan bahwa Dana Desa  juga telah menyumbang penyerapan  tenaga  kerja    dan  peningkatan  sarpras  ekonomi.   Meski dampak terhadap  jumlah warga miskin  belum  dapat  diukur,  tetapi  peningkatan sarpras  dan layanan  dasar, serta  peningkatan  sarpras  ekonomi  dan  penyerapan tenaga kerja memberi kontribusi positif terhadap upaya  penanggulangan kemiskinan pada 66,9 persen Desa.

“Rata-rata  jumlah  penyerapan  tenaga  kerja    langsung  sebagai  kontribusi  Dana Desa  di bidang  pembangunan  fisik  sebanyak  31  orang/Desa dan   tenaga  kerja  bidang  administrasi  sebanyak  5  orang/Desa,” tandasnya.

Data-data yang dikemukaan tersebut, menunjukkan bahwa desa yang ada di Indonesia sudah bisa mengelolan dan menggunakan sumber daya keuangan.

“Maka desa dengan penuh kebajikan dan kearifan akan dapat memanfaatkannya dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat desa,” paparnya. (rol)

Share This Post