Proyek Peta Citra PU CK Mura, Proyek Siluman?

Proyek Peta Citra PU CK Mura, Proyek Siluman?

Musirawas — Proyek pengadaan Peta Citra untuk dua kecamatan yang ada di kabupaten Musirawas yang mengunakan dana APBD 2015 sebesar  Rp. 771 juta lebih diduga proyek siluman.

Sebagai mana diketahui pada tahun 2015  dinas PU Ciptakarya dan pemukiman mengajukan program Pengadaan Peta Citra, pembuatan SHP, Website RTRW untuk Kabupaten Musirawas namun hingga saat ini memasuki bulan Februari  2016 proyek tersebut belum jelas apakah selesai atau memang tidak dilaksanakan.

Saat dikonfirmasi Muhamad Nofal, ST selaku  petugas pelaksana Teknis kegiatan (PPTK) mengaku  proyek tersebut dikerjakan namun masih berkoordinasi dengan BMG.

“ Proyek tersebut  sudah selesai  namun  masih perlu dikoordinasikan,” ujar Nofal singkat di ruang kerjanya  sembari  menghadap  Leptop  dan sibuk bermain HP.

Ketika ditanya pelaksana  kegiatan Nofal mengaku lupa pendor pelaksana kegiatan yang jelas pembuatan peta citra satelit itu mahal karena dibayar mata uang asing yakni Uero.

Diakuinya, proyek dengan dana 771 juta lebih tersebut selain untuk pengadaan peta citra satelit  dua kecamatan yakni kecamatan Sumber harta dan Kecamatan Purwodadi.

Selain itu juga pembuatan Website RTRW Kabupaten Musirawas namun webseite belum selesai karena akan berkoordinasi dengan pihak humas  pembkab mura  untuk mensingkronkan dengan website Musirawas.

Berikut contoh standar biaya Pemetaan Citra

Standar Biaya Peta Citra

Sebagai bahan pertimbangan ada beberapa perusahaaan yang menawarkan pegerjaan peta citra dengan harga sebagai berikut :

QUICKBIRD

  1. Aplikasi meliputi : Perencanaan,explorasi,inventarisai dan monitoring aset.
  2. Resolusi spatial 0,6 m color.
  3. Skala peta maksimum yang di hasilkan 1 : 2.500
  4. Minimal order arsip 25 km.
  5. Minimal order perekaman baru 100 km.
  6. Lama pengiriman data arsip 2 minggu.
  7. Lama perekaman data baru 3 bulan – 1 tahun (tergantung cuaca).

HARGA CITRA

1.Harga citra arsip

(usia perekaman lebih dari 90 hari) : 4 Band 17,5 USD/km2

  1. Harga citra perekaman baru

(Perekaman baru/kurang dari 90 hari) : 4 Band 27,5 USD/km

 

IKONOS

  1. Aplikasi bidang meliputi: Perencanaan,inventarisasi,explorasi dan monitoring aset.
  2. Resolusi spatial 1m Color.
  3. Skala peta maksimum yang lazim di hasilkan 1 : 5.000.
  4. Minimal order arsip 100 km2.
  5. Minimal order perekaman baru 100 km2.
  6. Lama pengiriman data arsip 2 minggu.
  7. 3 bulan – 1 tahun (tergantung cuaca).

HARGA CITRA

  1. Harga citra arsip cakupan Indonesia

(usia perekaman lebih dari 30 hari): 4 Band 17,5 USD/km2

  1. Harga citra perekaman baru Cakupan Indonesia

(Perekaman baru/kurang dari 30 hari) : 4 Band 27,5 USD/km2

 

RAPIDEYE

  1. Aplikasi bidang meliputi: Monitoring hutan, perencanaan dan perluasan perkebunan.
  2. Resolusi spatial 5m multispektral (5 band).
  3. Skala peta maksimum yang direkomendasikan 1 : 25.000.
  4. Skala peta maksimum yang dapat di hasilkan 1 : 15.000.
  5. Minimal order arsip 500 km2.
  6. Minimal order perekaman baru 3500 km2.
  7. Lama pengiriman data 2 minggu.

HARGA CITRA

1.Harga citra arsip 1,2 EUR/km2, untuk luas kurang dari 5000 km2.

  1. Harga citra arsip 1 EUR/km2, untuk luas lebih dari 5000 km2.

 

LANDSAT 7

  1. Aplikasi bidang meliputi: Kehutanan, pertambangan, perkebunan dan perencanaan umum.
  2. Resolusi spatial band pankromatik 15m.
  3. Resolusi spatial band multispektral 30m.
  4. Resolusi fusi 15m
  5. Skala peta maksimum yang lazim di hasilkan 1 : 50.000
  6. Minimal order 1 scene
  7. Cakupan satu scene 180 x 180 km2.
  8. Lama pengiriman data arsip 1 minggu.

HARGA CITRA

  1. Harga citra arsip Rp. 2.000.000/scene

 

LANDSAT 5

  1. Aplikasi bidang meliputi: Kehutanan, lingkungan dan perencanaan.
  2. Resolusi spatial band multispketral 30m 7 band.
  3. Skala peta maksimum yang lazim di hasilkan 1 : 100.000
  4. Minimal order 1 scene
  5. Cakupan satu scene 180 x 180 km2.
  6. Lama pengiriman data arsip 2 minggu.

HARGA CITRA

  1. Harga citra arsip Rp. 5.000.000/scene

 

Sumber : LubuklinggauNews

Share This Post