Soal Dana Bansos Prov. Sumsel, Kelompok Makmur Jaya Akui Belum Terima

Soal Dana Bansos Prov. Sumsel, Kelompok Makmur Jaya Akui Belum Terima

Palembang, Jurnalindependen.com – Info yang Kami terima dari BPK Sumsel bahwa Dana Aspirasi adalah dana hibah yang diajukan melalui anggota dewan Prov Sumsel dan setiap anggota dewan mendapat kuota Rp 5 Milyar APBD Sumsel 2013.

Kelompok Jamu Gendong dan Sol sepatu "Makmur Jaya"  Lrg Makmur Sekip Jaya Kemuning menerima dana hibah Apbd 2013 sebesar Rp 100.000.000.  

"Belum dapet pak, ada banyak tukang jamu  dan tukang sol sepatu di sini, kapan pak bisa dapatnya?? kalo ado kan biasonyo masuk berita" demikian dijawab Karinem Jamu Gendong Jl Makmur sewaktu ditanya soal bansos (25/12/2014)

Begitu juga halnya dengan Karmin, tukang Sol Sepatu "Disini ada banyak tukang jamu gendong dan suaminya tukang sol sepatu, dak pernah denger soal bantuaan Rp 100.000.000? wah kalo ado bantuan lemak nian" Demikian penjelasan Karmin mengenai bansos Rp 100.000.000 untuk Kelompok usaha "Makmur Jaya" kel Sekip Jaya kec kemuning.            

Kami belum berhasil menemui Lurah Sekip Jaya yang berlokasi tidak jauh dari Karmin dan Karinem dan dana bansos tersebut adalah dana aspirasi melalui komisi l no urut 398 dari daftar penerima hibah BPK Sumsel yaitu "Bantuan Swakelola Kelompok Usaha Bersama Jamu Gendong dan Sol Sepatu "Makmur Jaya" kel Sekip Jaya Kec Kemuning Palembang.                                                                   

Demikian juga halnya no urut 379 bantuan Swakelola Kelompok usaha bersama "Bengkel Elektro Motor" Mega Tehnik Jl. Bendung Indah l No 34 rt 25 Rp 150.000.000 Pemilik rumah Suherman mengatakan  

"Tidak pernah menerima dan dak pernah ngajuin proposal dana hibah"  (25/12/2014) demikian juga penjelasan Ketua Rt 25, Senen Somad melalui anaknya, Rina "Dak katek pak usaha bengkel, paling jugo ado Kandar Mekanik yang biso beneri motor, cubo be tanyo dio kalo kalo dio yang dapet dana tuh, dan dak katek yang minta surat pengantar untuk keterangan usaha"                                  

Iskandar Zulkarnain yang ditemui di rumahnya agak sedikit kebingungan sewaktu ditanya soal dana hibah dan menjawab dengan polos,        

"Iyo galak pak aku, kapan pacak dapet, KTP ado, dak usah Rp 150.000.000, dapet Rp 10.000.000 be jadilah pacak buka beli kompresos untuk bengkel kecik kecik an"            

Hal tersebut sudah Kami sampaikan ke Gubernur Sumsel dan Ketua DPRD Sumsel dan menunggu waktu untuk wawancara mengenai Dana Aspirasi kurang lebih senilai Rp 114 milyar sesuai dengan informasi yang Kami terima dari Kepala BPK Sumsel Novy Pelenkahu melalui Kahumas BPK Sumsel, Awaludin (Rudi)

Share This Post